Bandung,Beritainspiratif.com - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Biro Humas dan Keprotokolan, menandatangani Komitmen Bersama dengan PT Link Net Tbk (First Media) untuk berkolaborasi dalam penyebarluasan informasi dan program, melalui kanal televisi Pemdaprov Jabar, West Java Network.

Penandatanganan dilakukan di Bandung, Kamis (28/3/19), tepat sebelum peluncuran West Java Network oleh Gubernur Jawa Barat pada ajang PR Indonesia Awards, di hari yang sama.

West Java Network -- Kanal televisi Pemdaprov Jabar menyajikan tayangan alternatif mengenai Jawa Barat dalam format berita, talkshow, feature, variety show, dengan semangat edutainment -- edukasi + entertainment.

West Java Network tidak hanya menyajikan perspektif Pemprov Jabar, namun juga sisi religi, pariwisata, humaniora, entertainment yang dikemas dengan gaya yang pop, serta kekinian. West Java Network bisa ditonton di channel 50 TV Kabel First Media.

Lima Program Unggulan West Java Network : Jabar News; Japri (Jabar Punya Informasi); Tepas (Temu Pimpinan Untuk Aspirasi Masyarakat); Uliner (Ulin bari Kuliner); Ngopi Saraosna jadi Vlog.

Masih pada ajang yang sama, Gubernur Emil meluncurkan juga media cetak baru yang diberi nama West. Yang berbeda dengan majalah internal lainnya, konten majalah ini difokuskan mengenai investasi.

"Kami hari ini resmi me-launching majalah West," katanya di hadapan 600 insan humas pemerintahan dan perusahaan yang hadir di acara itu.

Majalah yang dikelola oleh bagian Humas dan Keprotokoleran Setda Jabar, tidak diperuntukkan bagi umum melainkan bagi para pembuat kebijakan, antara lain duta besar, kepala daerah, CEO, manajer perusahaan dan lembaga.

Tujuannya, untuk menarik minat mereka berinvestasi. Sebab, kontennya yang dihadirkan pun membahas tentang potensi dan keunggulan berinvestasi di Jabar.

"Ini bukan untuk umum tapi bagi decission makers, nanti mereka baca ternyata investasi di Jabar sangat menguntungkan," ujar Emil dikutip dari rilis Humas Jabar.

Ia berharap ketertarikan tersebut selanjutnya dapat ditingkatkan menjadi kontrak bisnis, yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Nantinya saya akan memanen investasi ini ke dalam kontrak bisnis," katanya.

Sebagai catatan, nilai investasi di Jabar tahun 2017 mencapai Rp160 triliun yang merupakan tertinggi di Indonesia disusul DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten dan Jawa Tengah.

Ini menunjukkan selain alamnya yang indah dan kaya budaya, Jabar juga menjadi tempat favorit untuk investasi dunia. Kehadiran majalah West ditargetkan akan semakin meningkatkan volume dan nilai investasi.

"Saya titipkan ke Humas untuk selalu bergerak di dinamika zaman, supaya relevan dengan inovasi khas zaman sekarang," kata Emil.

(Ida)