Cirebon,Beritainspiratif.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menargetkan pada tqhun 2030 wilayah Kabupaten Cirebon bebes tuberculosis (TBC). Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni

Menurutnya, pada tahun 2018 lalu telah ditemukan sebanyak 4.553 kasus TBC dari target sasaran masyarakat pengidap TBC di Kabupaten Cirebon sebanyak 4.700 orang.

TBC atau sering disebut flek paru adalah gangguan pernapasan kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Penyakit TBC merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia. Maka jangan dianggap remeh, penyakit TBC ini salah satu penyebab kematian nomor satu di Indonesia.

Enny Suhaeni mengatakan, dari 4.700 orang pengidap TBC di Kabupaten Cirtebon, ada skitar 97 persen sudah diidentifikasi. 90 persen diantaranya sudah dilakukan pengobatan dan 7 persen lagi tahapan pengobatan.

“Kategori TBC dibagi dua macam, yang pertama TBC biasa dan yang kedua TBC resisten obat. Di wilayahnya yang mengidap TBC resisten obat sebanyak 181 orang,” kata Enny kepada wartawan, Rabu (26/3/2019).

Dikatakan Enny, TBC resisten obat itu ialah kebal terhadap obat-obatan, baik INH maupun Rifamfisin sehingga membutuhkan pengobatan yang lebih lama yaitu minimal 2 tahun kalau TBC biasa cukup 6 bulan. Otomatis TBC resisten obat butuh biaya banyak sekitar 200juta per orang.

Biasanya, lanjut Enny, bisa mengalami peningkatan TBC biasa ke TBC resisten obat itu dikarenakan tidak konsennya seseorang melakukan pengobatan, maka bakteri (mycrobacterium tuberculosis) jadi kebal akan obat-obatan.

“Penyebaran TBC sendiri sudah merata ya, hampir tersebar di semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon, karena penularan TBC ini sangatlah mudah, yaitu dari batuk maupun bersin,” ujarnya.

Maka dari itu Enny menambahkan di momen hari TBC sedunia yang di fokuskan di Alun-alun Kecamatan Arjawinangun ini pihaknya mengajak masyarakat untuk budayakan hidup bersih.

“Temanya yaitu saatnya Indonesia bebas TBC mulai dari saya. Makanya kita harus bisa mencegah sebelum tertular, dan yang paling penting hidup sehat,” tandasnya.

(Dekur)