Semarang, Beritainspiratif.com - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang Gunawan Saptogiri menyambut sepuluh murid SMP di Kota Semarang yang menjadi peserta lomba sains di Korea Selatan, Kamis (31/1/2019) di Kantor Dinas Pendidikan, Semarang, Jawa Tengah.

Mereka adalah perwakilan Kota Semarang dalam kegiatan “1st Global Student Camp for Gifted in Science 2019” di Seoul, Korea Selatan selama delapan hari pada 13-18 Januari ini.

Beberapa di antaranya bersekolah dari SMPN 2 Semarang dan SMP Karangturi Semarang.

Selain Samantha yang memperoleh 2nd Prize dalam kategori Team Project dan Overall Lecture Award, berikut nama-nama siswa yang juga memperoleh penghargaan.

Team Project Award :
1st Prize:Armadina Fitra Choirunnisa (SMPN 2 Semarang)

3rd Prize:Alya Nabila Ardhanari, Salsabila Efananda, Zaara Suffisian Vega (SMPN 2 Semarang)

Overall Lecture Award

Grand Prize-Armadina Fitra Choirunnisa (SMP 2 Semarang)

2nd Prize: Sudono Ramli (SMP 2 Semarang)

3rd Prize: Alya Nabila Ardhanari, Fauzan Ali Ramadhan, Raihan Ahmad Shahab, Salsabila Elfanda (SMPN 2 Semarang)

Enthusiatic Learner Award: Aufalia Naasyia Pramadita, Alya Nabila Ardhanari, Fauzan Ali Ramadhan (SMPN 2 Semarang)

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Society International of Gifted in Science dengan peserta dari Korea Selatan, Taiwan, Thailand dan Indonesia, yang dilansir Tribunjateng.

Terdapat tiga penghargaan yang diberikan kepada ke-sepuluh anak tersebut, yaitu Team Project Award, Overall Lecture Award dan Enthusiatic Learner Award.

Salah satu tema yang dilombakan adalah ‘Future Learning Environment’.

Mereka membuat metode pembelajaran sekolah berbasis IT dan sebagian menggunakan Virtual Reality (VR) sebagai alat utama.

“Murid-murid jaman sekarang sudah sangat paham tentang teknologi informasi, mereka seakan dari kecil sudah berada di dalam dunia itu dan orang tua hanya bisa memotivasi namun wajib memberikan bimbingan,” tutur Gunawan.

Gunawan mengatakan bahwa pihaknya tentu akan memberikan hadiah khusus bagi anak-anak tersebut.

“Ilmu yang mereka dapatkan selama di Korea sudah ada, sekarang tinggal pengembangan diri untuk masa depan,” harapnya.

Sementara itu, Samantha Raisa Ramadhani, salah satu perwakilan peserta yang bersekolah di SMP Karangturi mengatakan bahwa dirinya mendapat pengalaman tak terlupakan ketika berada di Korea.

“Beberapa kegiatan di sana, seperti lecture dan special lecture, kemudian malamnya mengerjakan team project,” ujar siswi kelas 8 itu.

Project yang ia kerjakan adalah pembuatan metode belajar mengajar dengan menggunakan VR sebagai media.

Sistem itu berguna bagi para murid yang sakit namun tetap bisa mengikuti pelajaran di ruang kelas menggunakan alat itu.

“Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman yang banyak, tentunya mendapatkan teman-teman baru dari Korea juga,” pungkasnya.

(Yanis)