Cirebon, Beritainspiratif.com - Gerakan literasi akan semakin masif digalakan di Kota Cirebon. Setiap RW akan didirikan pojok membaca untuk warga sekitar.

Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati, saat menghadiri kegiatan story telling di Perpustakaan 400 Kota Cirebon, Selasa (15/1/2019) menjelaskan jika setiap orangtua harus mengarahkan dan memberikan ruang kepada anak-anak usia dini untuk gemar membaca.

“Karena membaca itu adalah jendela kita untuk melihat dunia yang luas ini,” ungkap Eti. Karena itu, Eti memastikan jika tahun ini, gerakan literasi akan digalakan secara masif hingga tingkat RW.

Dimulai dari pelantikan bunda literasi tingkat kelurahan dan kecamatan minggu depan. “Pelantikan 27 bunda literasi tingkat kelurahan dan kecamatan akan dilakukan minggu depan,” kata Eti. Mereka bertugas sebagai duta baca di lingkungan masing-masing. Keberadaan duta-duta baca tersebut diharapkan bisa memberikan motivasi warga dan anak-anak untuk semakin giat membaca.

Di setiap RW, lanjut Eti, juga akan dibuka pojok baca. “Saat ini kita sudah sosialisasi ke mall, perkantoran, stasiun, bank dan layanan publik lainnya,” kata Eti. Untuk bukunya, menurut Eti tidak menjadi masalah. Karena mereka juga telah memikirkannya dan untuk buku akan dipasok.

Kegiatan story telling merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di Perpustakaan 400 Kota Cirebon setiap Selasa. Eti Herawati yang sudah ditetapkan sebagai bunda literasi Kota Cirebon tak segan-segan duduk beralaskan karpet bersama dengan anak-anak PAUD yang hari ini mendatangi Perpustakaan 400. Bahkan Eti juga turut membacakan sebuah cerita. Anak-anak pun mendengarkan cerita dari bunda literasi Kota Cirebon dengan penuh semangat.

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon, Mochamad Korneli, menjelaskan jika mereka juga akan terus berupaya meningkatkan minat baca warga Kota Cirebon.

“Dengan pelantikan bunda literasi yang direncanakan dilakukan pekan depan, diharapkan semakin mempercepat upaya tersebut,” ungkap Korneli. Sehingga di setiap sudut Kota Cirebon akan semakin banyak bermunculan pojok-pojok baca.

Mengenai pengadaan buku, menurut Korneli tidak menjadi masalah. “Kami bisa meminta bantuan baik kepada provinsi maupun pusat,” ungkap Korneli. Apalagi saat ini Pemprov Jabar sudah membuka bantuan untuk buku sekaligus raknya. “Nanti juga bisa kita galakan gerakan infaq buku,” ungkap Korneli.

(Yones)