Cirebon, Beritainspiratif.com - Tata kelola pemerintahan yang akuntabel, berwibawa dan inovatif akan selalu diwujudkan Pemerintah Daerah Kota Cirebon. Karenanya, uji kompetensi diselenggarakan.

Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati saat membuka Uji Kompetensi Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Senin (14/1/2019), mengungkapkan jika Pemerintah Daerah Kota Cirebon selalu berupaya untuk mewujudkan tata pemerintahan yang sesuai dengan visi dan misi Kota Cirebon.

“Salah satunya yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, berwibawa dan inovatif,” ungkap Eti.

Untuk tercapainya tujuan tersebut, salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan kegiatan uji kompetensi.

“Melalui uji kompetensi ini diharapkan dapat menghasilkan pejabat administrator yang berintegritas, profesional dan kompeten di lingkungan pemerintah daerah Kota Cirebon,” ungkap Eti.

Selain itu, uji kompetensi ini juga dimaksudkan untuk menempatkan pejabat administrator sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi yang mereka miliki.

Eti juga meyakini jika uji kompetensi yang diselenggarakan kali ini akan berlangsung secara profesional dan obyektif dengan melibatkan tim asessor yang profesional dari Bandung.

“Semoga melalui uji kompetensi ini bisa dijadikan sebagai ajang kompetitif dan daya ungkit kemajuan sumber daya aparatur di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon,” ungkap Eti.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Cirebon, Anwar Sanusi, menjelaskan jika uji kompetensi ini diikuti oleh 98 orang yang terdiri dari eselon 3A sebanyak 33 orang dan eselon 3B sebanyak 65 orang.

“Tim assesor merupakan salah satu lembaga biro konsultasi psikologi dan pengembangan sumber daya manusia di Bandung,” ungkap Anwar. Uji kompetensi akan dilakukan selama 3 hari terhitung mulai hari ini.

Hasil dari uji kompetensi ini menurut Anwar selanjutnya akan diserahkan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon untuk melakukan rotasi dan mutasi eselon 3. Dari hasil ini nanti diketahui pula bahwa seorang tenaga administrator itu cocoknya ditempatkan di bidang apa

“Jadi dalam melakukan rotasi dan mutasi, kita ada dasarnya yaitu uji kompetensi ini, bukan like and dislike,” ungkap Anwar.

Selanjutnya Anwar berharap peserta uji kompetensi ini diberikan kesabaran dan kesehatan. Ini dikarenakan tes tersebut membutuhkan kesabaran ekstra dan kesehatan yang prima.

“Jadi betul-betul dikuras kemampuannya. Sejauh mana potensi dan kecerdasarannya,” kata Anwar. Tes sendiri terdiri dari 3, yaitu test tertulis, tes psikologi dan wawancara.

(Yones)