Cirebon, Beritainspiratif.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon dukung pembangunan Monumen KRI Gadjah Mada 408 di perairan Cirebon. Monumen ini juga nantinya akan berguna untuk ilmu pengetahuan dan penelitian.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, saat menghadiri open house dalam rangka hari Natal Lanal Cirebon, Selasa, 25 Desember 2018.

“Kami dukung penuh pembangunan monumen KRI Gadjah Mada ini,” tegas Azis.

Pemerintah Daerah Kota Cirebon rencananya akan menggelontorkan dana sebesar Rp 500 juta untuk pembangunan monumen tersebut. Tidak hanya itu, Azis mengaku juga akan mengajak Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon untuk bersama-sama membangun monumen itu.

“Tahun depan akan segera kita bangun,” ungkap Azis.

Tidak hanya itu, Pemerintah Daerah Kota Cirebon juga akan memfasilitasi pencarian dana ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Apalagi gubernur kita sekarang sudah mencanangkan Jawa Barat sebagai daerah pariwisata,” ungkap Azis. Dengan adanya Monumen KRI Gadjah Mada 408 diharapkan nantinya Kota Cirebon tidak hanya memiliki destinasi wisata keraton dan religi saja, tapi juga wisata bahari.

Direncanakan, ada 4 jalan masuk menuju monumen tersebut. Yaitu dari Kalipekik di Kabupaten Cirebon, Kesenden, Waterland, dan Pelabuhan Cirebon. Tujuannya agar semua masyarakat di Cirebon bisa merasakan manfaat dengan adanya monumen tersebut.

“Tapi semua dibawah koordinasi Lanal II Cirebon,” ungkap Azis. Dengan adanya monumen itu menurut Azis merupakan cara generasi muda sekarang untuk mengenal dan mengenang jasa-jasa pahlawan, khususnya pahlawan angkatan laut yang mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia dari Cirebon.

Sementara itu Danlanal Cirebon, Letkol Mar Yustinus Rudiman, M.TR.Hanla,M.TR.Han., mengungkapkan direncanakan Monumen KRI Gadjah Mada 408 akan dibangun 3 lantai. Masing-masing terdiri dari foodcourt, museum serta hellypad. Selain itu juga disediakan waterboom, diving, penelitian ilmu perikanan dan tempat pelatihan tim SAR gabungan.

“Kita juga akan melibatkan masyarakat Cirebon untuk bersama-sama menjaga monumen ini,” ungkap Yustinus.

Diantaranya masyarakat pecinta bahari Cirebon, masyarakat maritim Cirebon, generasi muda Cirebon dan lainnya. Sehingga semua warga Cirebon sama-sama merasa memiliki monumen ini.

Seperti diketahui, pada 5 Januari 1947 terjadi pertempuran di laut Cirebon melawan Belanda hingga mengakibatkan KRI Gadjah Mada 408 yang dinahkodai oleh Lettu Samadikun dan awak kapal lainnya tenggelam.

Untuk mengenang jasa pahlawan yang telah gugur, tiang pertama monumen KRI Gadjah Mada akan dibangun. Pembangunan monumen dilakukan di titik koordinat 06 40 006 S-108 35 847 E atau sekitar 4 mil dari bibir pantai Cirebon. Di titik itulah KRI Gadjah Mada 408 tenggelam.

(Yones)