Bandung, Beritainspiratif.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar sosialisasi program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Jalan Dr Radjiman nomor 6 Kota Bandung, Kamis (22/11/2018) pagi.

Pantauan di lokasi, acara yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ini dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, sejumlah kepala dinas, kepala sekolah se-kabupaten/kota di Jawa Barat serta para pimpinan pondok pesantren di Jawa Barat.

Berdasarkan keterengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi, acara ini bertujuan untuk menguatkan peran fungsi agama dalam dunia pendidikan formal sehingga bisa menjadi landasan moral peserta didik dalam berperilaku.

"Mari sama-sama siap membangun Jawa Barat bersama kita, sejalan dengan program pusat tentang pendidikan karakter sebagaimana pusat, melalui Perpres nomor 87 tahun 2017, agar pendidikan nasional dapat penguatan karakater, dan salah satu poinnya adalah nilai keagamana," jelasnya saat sambutan.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan secara teknis akan melakukan pembahasan lebih lanjut bersama stakeholder di Jawa Barat. "Agar ada kolaborasi antara AMS dengan ustad untuk mewarnai pendidikan SMA/SMK, SLB, secara teknis akan kita rumuskan bersama," imbuhnya

Sementara itu, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, program AMS sudah dilaksanakan saat dirinya menjadi Bupati Tasikmalaya.

"Saya diberi tugas oleh kang Emil salah satunya tentang keagamana,

maka dengan itu saya melangkah dalam hal-hal keagamaan termasuk pada hari ini program AMS yang akan kita bahas hari ini," jelasnya.

Menurut Uu, program AMSbsangat cocok diterapkan di Jabar, sebagai upaya pencegahan masalah dalam hal pendidikan dan moral.

"Secara teknis, apakah caranya lewat guru Pendidikan Agama Islam dengan melakukan pendidikan khusus para guru, dan yang terpenting adalah evaluasi, jangan sampai ujungnya tidak jelas," jelas Uu.

Selain program AMS, dibidang keagamaan Uu mencanangkan program pesantren Ramadan yang berbeda dari pesantren kilat sebagaimana biasanya.

"Saya sedang menyiapkan program pesantren Ramadan, nanti saya harapkan ada 17 hari libur sekolah namun para siswa harus mondok dipesentren agar pendidikan karakter di Jabar bisa optimal," tandasnya.    (Tito)