Kediri, Beritainspiratif.com - Pencak dor adalah suatu seni bertarung bebas khas Kediri yang mulai dilakukan sejak era 1960-an sebagai media silaturahmi antar pendekar. Dalam slogannya, pencak dor selalu mengingatkan bahwa di atas lawan, di bawah kawan.

Pencak Dor merupakan wahana untuk mengasah kemampuan dan menguji mental bertarung yang menjadi kekuatan penting bagi seorang pendekar dan bukan media bertanding biasa, seperti yang dilansir dari laman Rekor MURI.

Dengan memiliki aturan main yang cenderung bebas, para pendekar unjuk nyali untuk naik ke atas ring dengan alat pelindung juga terbilang sangat sederhana, yakni pelindung gigi saja.

Untuk memperingati haul ke-7 K.H. Imam Yahya Mahrouz, salah satu pendiri Pesantren Al Mahrusiyah, diselenggarakan pencak dor yang rutin dilakukan untuk memperingati hari besar. 1.500 petarung mengikuti kegiatan ini.

Menang kalah dalam pencak dor bukan menjadi hal yang utama karena pencak dor tidak merebutkan medali atau piala, namun demi memperkuat dan mempererat silaturahmi antar pendekar.

Pendekar Pencak Dor dengan jumlah Petarung Terbanyak telah dicatatkan dalam Rekor MURI nomor 8744, dengan Rekoris Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia, yang dilaksanakan di Pesantren Al-Marusiyah, Kediri 17 November 2018.

(Yanis)