Bandung, Beritainspiratif.com -

Seiring dengan mudahnya akses intenet bagi semua usia, banyak pihak menilai anak-anak generasi kelahiran dekade 1997 dimana akses intenet mulai masif di Indonesia, atau yang biasa disebut generasi milenial sering mendapat stigma buruk dimasyarakat. Hal tersebut di katakan Editor media online Tirto, pada seminar di UIN Bandung, Sabtu (3/11/2018).

Padahal, generasi milenial atau generasi yang masyarakat terbaru, dikatakan Zen memiliki banyak kelebihan, salah satunya akses ilmu pengetahuan yang sangat luas. Zen bercerita, anaknya yang masih sangat kecil sudah bisa berbahasa Inggris. "Misalnya anak saya, dia sudah bisa bahasa Inggris sejak dini, melalui internet yang diaksesnya melalui smartphone, saya dulu saat seusianya pelajaran bahasa Inggris hanya bisa diakses di sekolah, itu pun seadanya," jalasnya.

Pada seminar yang bertema Tantangan Media di Era Milenial tersebut, Zen menambahkan, generasi milenial bukanlah generasi yang malas membaca, justru mereka siap dengan asupan berbagai informasi tinggal bagaimana mengemasnya elok atau tidak," paparnya.

Zen menilai, media massa hari ini bukan tengah berhadapan dengan sebuah generasi, namun ada unsur yang lebih mendasar dari itu, yakni teknologi. "Tinggal sejauh mana kita memaksimalkan teknologi untuk menyajikan informasi yang berkualitas untuk publik," imbuhnya.

Akses informasi yang sangat luas, membuat generasi sekarang bisa mengakses langsung informasi yang lebih berkualitas. "Kalau mau tahu tentang seluk beluk sepak bola dunia, orang sekarang bisa langsung membaca laman The Guardian, bisa lebih kaya pengetahuan kita," pungkasnya.      (Tito)