Bandung, Beritainspiratif.com - Kemajuan teknologi informasi merupkan perkembangan yang efeknya terasa pada semua pihak, termasuk pemuda. Pada peringatan Hari sumpah Pemuda ke - 90 Gubernur Jawa Barat menghimbau agar para pemuda bisa lebih bijak menanggapi informasi yang setiap hari terus bergulir.

"Dihari sumpah pemuda ke - 90 ini ada yang berubah, ada yang tidak berubah, yang berubah adalah cara kita berkomunikasi, membuat hidup kita berubah, cara kita berbisnis juga berubah, cara kita melihat Indonesia juga berubah, ada pun yang tidak berubah adalah bangsa, bahasa, dan tanah air kita tetap Indonesia, perubahan tersebut salah satunya disebabkan teknologi Informasi," jelasnya.

Dikatakannya, pemuda di Jawa Barat, sangat melek informasi. "Kelebihan pemuda Jawa Barat adalah melek informasi, sesuatu sangat mudah viral, sehingga perlu benteng moral untuk tabayun," ujarnya.

Meski begitu, pihaknya mengakui pemuda Jawa Barat masih banyak memilki kekurangan. "Kelemahannya, baperan, masih banyak mengonsumsi hoax, bergaul menghabiskan waktu dengan kesia-siaan juga masih banyak," jelasnya.

Emil, sapaan akrabnya, berpesan agar apapun perbedaan jangan sampai mengorbankan persatuan. "Apapun perbedaan kita, termasuk perbedaan aspirasi politik jangan sampai mengorbankan persatuan karena itu semangat yang dilahirkan pemuda tahun 1928, jangan mengorbankan pancasila, jangan mengorbankan NKRI," tegasnya saat ditemui Beritainspiratif.com.

Mengenai pemberdayaan pemuda, Kata Emil, Pemprov ada program satu desa satu

perusahaan. "Upaya kita, melalui Satu Desa Satu Perusahaan itu rencananya ribuan anak muda akan dijadikan direktur utama, CEO-nya anak muda yang melek digital, lulusan perguruan tinggi, dimodali pemerintah provinsi (Jawa Barat), saya tantang dua atau tiga tahun membangun ekonomi desa," ungkap Emil.

Dengan begitu pihaknya berharap ketimpangan ekonomi didesa dapat teratasi dan pemuda bisa lebih bernilai positif. "Pasti dengan gaya pemuda yang milenial, mereka akan mampu menerjemahkan peran pemuda dalam arti yang sebenarnya, membangun Jawa Barat, mengurangi ketimpangan, fokus di pedesaan," tandasnya.      (Tito)