Bandung, beritainspiratif.com - Panti asuhan sering kali dikenal dengan tempat belajar khususnya belajar tentang keagamaaan, namun ada hal unik dari salah satu panti asuhan di bilangan Depok Jawa Barat ini.

Wisma Karya Bakti, sebuah panti asuhan yang mewadahi para siswanya belajar berbagai hal salah satunya musik. Tak tanggung-tanggung panti asuhan ini kini punya grup musik sendiri bernama 'Marge' atau Marawis Reggae.

Relawan sekaligus guru musik di Wisma Karya Bakti, Obot, menjelaskan bahwa Marge memiliki keunikan tersendiri. "Marge ini mungkin genrenya memang reggae tapi liriknya lagu-lagu religi, disinilah letak keunikan Marge," jelasnya.

Pada penampilannya di gedung teater tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Marge tampil memukau para penonton lewat sentuhan khas musik pantai namun liriknya kental dengan nuansa Islami lewat lagu-lagu yang dibawakan, seperti lagu Kun Anta (Cipt. Humood Alkhudher), lagu Barakallah (Cipt. Maher Zain), Tombo ati (Cipt. Opik) dan lagu lainya.

Tampil dalam rangkaian acara memeriahkan Hari Santri Nasional, Marge tampil nyentrik, pada lagu pertama, beberpa saat penonton dibuat heran, lantaran tiba-tiba ada suara Lukman sang vokalis namun ia tidak berada distage.

Keheranan lantas terjawab kalau lampu sorot mengarah ke deretan tempat duduk penonton, Lukman muncul tiba-tiba ditengah - ditengah keheranan para audiens, dengan gaya enerjik ia melangkah menuju pamggung secara konsisten.

Tampil memukau hingga lagu terakhir, riuh tepuk tangan penonton membuat suasana semakin riang.

Sang guru musik, Obet berharap para generasi muda terutama para santri bisa terus menjaga budaya apapun caranya, termasuk melalui musik. "Tampil di acara Hari Santri Nasional ini kita berharap para santri yang sekarang nantinya bisa mengapresiasi dan tentunya semangat positif ini bisa menular," tandasnya.    (Tito)