Bandung, Beritainspiratif.com - Mahasiswa UIN Bandung yang tergabung dalam Robotika UIN Bandung menyabet gelar juara 2 pada ajang Electro Open Robotic 2018 yang digelar oleh mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro dan Teknik Elektronika Universitas Negeri Jakarta pada 8 Oktober 2018 lalu.

Tim Robotika UIN Bandung mengirimkan 2 tim dengan masing-masing tim diisi 3 orang mahasiswa, tim pertama bernama Panzer Micro yang kedua bernama Dark Horse, adapun yang mulus melanggeng hingga babak final adalah Tim Panzer Micro dan menyabet gelar juara kedua jenis lomba Robot Line Follower untuk kategori mahasiswa/umum.

Ketua Robotika UIN Bandung, sekaligus anggota Tim Panzer Micro, Azhar Muhamad Fabian mengatakan perjalanan timnya melaju hingga babak final tentu tidak mudah, mengingat persaingan yang cukup ketat di setiap babaknya.

"Pada babak penyisihan, Tim Panzer Micro melawan dua tim dari Universitas Muhammadiyah Surakarta kemudian lolos dan masuk ke babak 18 besar Tim Panzer Micro melawan tim komunitas robot dari Jakarta namanya Tim Megabot dan 2 tim pula dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, kemudian masuk 8 besar dan lolos lagi, kemudian berhadapan dengan Tim Panzer Ganesha dari alumni ITB pada babak 4 besar, akhirnya bisa finis dibabak final dengan mendapat gelar juara dua, jenis lomba robot line followers untuk kategori mahasiswa atau umum," katanya, saat ditemui Beritainspiratif.com Kamis (11/10/2018).

Azhar menjelaskan, robot line follower yakni robot yang bisa bergerak mengikuti jalur panduan garis. Garis pandu yang digunakan dalam hal ini adalah garis putih yang di tempatkan pada permukaan berwarna gelap, ataupun sebaliknya, garis hitam yang ditempatkan pada permukaan berwarna putih.

Terkait persiapan, Azhar mengatakan sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum dilaksanakannya lomba ini. Tim robotika UIN Bandung selalu menggelar latihan di pelatihan masjid kampus UIN Bandung,

"Kita latihan sebulan sebelum lomba, biasanya sih latihan kita tiap malam soalnya kan sepi jadi lebih enak gitu, leluasa,"jelasnya.

Sementara itu, gelar juara 2 yang didapat tentu tidak diraih Azhar sendirian, berbagai dukungan baik moril maupun materil dari berbagai pihak, dirasakan tim robotika UIN Bandung.

"Alhamdulillah untuk dukungan secara materi cukuplah, ada dari jurusan juga, dan alhamdulillahnya saat pelaksanaan di Jakarta kemarin, ada salah satu alumni dari robotika UIN Bandung yang turut membantu, jadi untuk dukungan cara financial kami mencukupi," paparnya.

Meski begitu, Azhar mengakui, ia dan teman-temannya terpaksa harus tidur di masjid kampus UNJ lantaran lebih memilih menggunakan biaya yang ada untuk kebutuhan lain.

"Jadi kemarin, karena kita lolos ke babak 8 besar jadi kita harus menginap, sebenarnya panitia menyediakan tempat menginap, tapi ada biaya tambahan, kita berpikir biaya yang tersisa mending digunakan untuk kebutuhan lain, akhirnya kita memilih tidur di masjid, paling kendalanya ya udara cukup panas dan tidur tidak terlalu nyenyak itu saja sih," pungkasnya.       (Tito)