Cirebon, Beritainspiratif.com - Pj Wali Kota Cirebon mengucapkan terima kasih kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang telah memilih Kota Cirebon sebagai salah satu kota untuk melakukan sosialisasi antikorupsi.

Hal tersebut diungkapkan Pj Wali Kota Cirebon, Dedi Taufik, di sela-sela pelaksanaan sosialisasi KPK dalam rangka Roadshow Bus KPK dengan tema ‘Jelajah Negeri, Bangun Antikorupsi’ pada acara Car Free Day (CFD) di ruas Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Minggu (30/9/2018).

“Kami berterima kasih kepada KPK karena sudah mau memilih Kota Cirebon sebagai salah satu kota untuk melakukan program sosalisasi antikorupsi,” ungkap Dedi.

Dedi juga berharap selama 3 hari pelaksanaan sosialisasi tersebut bisa memberikan pemahaman dan perubahan untuk masyarakat Kota Cirebon.

Selanjutnya Dedi juga meminta kepada Dinas Pendidikan untuk membuka kantin kejujuran di setiap sekolah. “Tujuannya untuk menanamkan rasa kejujuran pada anak,” kata Dedi.

Karena nilai-nilai kejujuran sudah harus diterapkan sedari anak masih berusia belia. Apalagi sosialisasi yang dilakukan oleh KPK selama 3 hari berada di Cirebon meliputi semua lini, mulai dari TK hingga perguruan tinggi.

Kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di Kota Cirebon, Dedi juga meminta untuk mulai bisa membangun budaya malu melakukan korupsi. “Termasuk korupsi soal waktu kerja,” ungkap Dedi. Selanjutnya Dedi juga berharap agar program jelajah negeri untuk membangun antikorupsi yang tengah digalakan KPK di sejumlah daerah bisa berjalan dengan sukses.

Sementara itu Evi Handayani, fungsional Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat selaku perwakilan dari KPK mengungkapkan jika kegiatan yang mereka lakukan bertujuan untuk mengajak keterlibatan masyarakat dalam gerakan pemberantasan korupsi.

“Targetnya memang umum, mulai dari pelajar, guru, dosen, mahasiswa, aparat pemerintahan, komunitas dan lainnya,” ungkap Evi. Kegiatan ini sekaligus merupayakan upaya dari KPK untuk hadir secara langsung di tengah-tengah masyarakat.

Selama tiga hari melakukan sosialisasi antikorupsi di Kota Cirebon telah dilakukan berbagai kegiatan. Mulai dari edukasi antikorupsi untuk pelajar dan masyarakat umum dengan cara yang lebih menarik. Diantaranya dengan mendongeng, playday board games, pentas budaya, pemutaran film dan lainnya. Juga dilakukan sosialiasi E LHKPN, apa itu gratifikasi, serta stadium general atau kuliah umum di IAIN Syech Nurjati, Kota Cirebon.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Jaja Sulaeman, mengapresiasi langkah yang telah dilakukan KPK dan akan kembali menghidupkan kantin kejujuran di sejumlah sekolah di Kota Cirebon.

“Dulu pernah dilakukan di tingkat SMP. Cukup efektif. Tinggal penguatan dan konsistensi sekolah dalam menguatkan program tersebut,” kata Jaja.

Selain menghidupkan kembali kantin kejujuran, saat ini sekolah di Kota Cirebon di semua tingkatan juga tengah gencar-gencarnya mendidik penguatan karakter dan integritas anak sekolah. “Sekolah itu kan miniatur kehidupan. Semua ada di sekolah,” kata Jaja.

Salah satu penguatan integritas tersebut yaitu anak dilarang mencontek saat ulangan serta disiplin terhadap waktu. Upaya yang telah mereka lakukan di sekolah menurut Jaja akan mendukung program pencegahan korupsi yang juga tengah gencar dilakukan KPK di berbagai daerah.    (Yones)