Jakarta, Beritainspiratif.com – Dalam rangka meningkatkan pengentasan buta aksara, pemerintah melalui Kemendikbud melakukan berbagai agenda, diantaranya peringatan hari Aksara Internasional (HAI). Hari Aksara Internasional telah digagas oleh UNESCO dalam konferensi para menteri pendidikan tentang Pemberantasan Buta Huruf, di Teheran, Iran, pada tanggal 8 s.d. 19 September 1965.

”Hari Aksara Internasional telah ditetapkan untuk diperingati pada tanggal 8 September melalui Konferensi UNESCO pada tanggal 26 Oktober 1966. Sejak penyelenggaraan HAI pertama pada tahun 1966, peringatan HAI terus dilakukan oleh dunia setiap tahun sebagai wujud memajukan agenda keaksaraan di tingkat global, regional, dan nasional,” jelas Dirjen Harris Iskandar dalam acara Taklimat Media, di kantor Kemdikbud, Senayan, Jakarta, Selasa (04/09/2018).

Tema HAI tahun ini yang diusung oleh UNESCO adalah ”Literacy and Skills Development”. Sementara Kemendikbud, menetapkan tema nasional, yakni ”Mengembangkan Keterampilan Literasi yang Berbudaya”, dengan tujuan melihat jenis keterampilan keaksaraan yang dibutuhkan dalam menavigasi masyarakat dan mengeksplorasi kebijakan keaksaraan yang efektif.

”Peringatan HAI yang dirayakan seluruh warga dunia merupakan kesempatan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat untuk menyoroti peningkatan tingkat melek huruf di dunia, dan merenungkan tantangan keaksaraan yang tersisa di dunia,” tutur Harris.

Peringatan HAI tahun ini secara nasional dipusatkan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada tanggal 6 s.d. 9 September 2018, dan acara puncak peringatannya akan dilaksanakan pada tanggal 8 September 2018.

Rangkaian acara peringatan HAI akan dimulai dari Festival Literasi Indonesia, Pameran Pendidikan dan Kebudayaan, simposium pendidikan kesetaraan, temu evaluasi program keaksaraan dan kesetaraan, workshop pengembangan pendidikan keaksaraan pada komunitas adat, pemberian anugerah aksara, pemberian penghargaan TBM Kreatif-Rekreatif, dan pemberian penghargaan pemenang lomba keberaksaraan, SPNF Berprestasi dan Perempuan Berprestasi.

Selain itu, dikutip dari laman resmi Kemendikbud, peringatan HAI adalah upaya untuk terus meningkatkan angka melek aksara penduduk Indonesia, berdasarkan catatan BPS angka buta aksara per 2017, penduduk Indonesia usia 15-59 yang telah berhasil diberaksarakan mencapai 97,93 persen, atau tinggal sekitar 2,07 persen saja.

Yanis