Bandung, Beritainspiratif.com – Tempatnya memang sederhana layaknya warung kaki lima lainnya yang mangkal dipinggir jalan, namun soal rasa satenya jangan diragukan lagi, apalagi gulai kambingnya nikmatnya poooll.

[caption id="attachment_17890" align="aligncenter" width="300"] Hendi anak pak Kumis[/caption]

Usai menyelesaikan urusan administrasi dengan BRI Tower yang berlokasi di Jalan Asia Afrika (depan Alun-alun Bandung), saya mencari makan di belakang BRI Tower (Jalan Vactory) yang memang banyak pedagang kaki lima.

Ketika saya melewati beberapa pedagang terdapat makanan bertuliskan sate gule kambing Pak Kumis, dan saya pun mampir menyapa pelayan yang duduk dibelakang “kang, pak kumis nya mana, kok nggak berkumis” dengan santai orang tersebut menjawab “bapak sudah meninggal, sekarang diteruskan saya anaknya” ujar Hendi anak pak kumis kepada Beritainspiratif.com Selasa (28/8/2018)

Lantas memang sudah jam makan siang, saya pun memesan sate kambing 10 dan 1 porsi sop gule, yang memang nikmat seperti kelasnya restoran sate besar lainnya.

Sambil menikmati hidangan gulai kambing yang saya pesan khususnya tulang yang ada sumsumnya dan di makan menggunakan sedotan untuk menghisap sumsumnya, Hendi pun (putra pak kumis) bercerita, bahwa warung sate ini sudah ada sejak tahun 1980,  orang tuaya meninggal pada tahun 2014, sejak itulah sate ini diteruskan oleh Hendi.

Usai makan saya bayar dengan harga yang relatip murah  Rp75 ribu untuk 10 tusuk sate kambing dan 1 porsi gulai kambing.

 

Rasanya yang nikmat,  gurih dan sedap sangat memberikan kepuasan terlebih saat perut lapar dan waktunya makan siang.

Yanis