Beritainspiratif.com - Selama enam bulan, Catur mendekam di rumah. Dia masih meratapi nasib malang yang menimpa dirinya, dia begitu trauma jika mengingat masa-masa itu.

Catur (45) yang dilahirkan dengan kondisi tubuh normal mengalami kecelakaan kerja hingga pada akhirnya dua kakinya harus diamputasi.

Namun keluarga dan teman yang bisa menerima keadaannya terus memotivasi Catur untuk kembali bangkit dan bersemangat, seperti kamu masih mending masih bisa pakai kursi roda, masih bisa ngesot, dari situ kan perlahan jadi semangat,” kenang Catur sembari mengembangkan senyum.

Pria satu beranak itu kemudian memberanikan langkahnya untuk keluar rumah. Dan benar, rasa malu dan takut itu perlahan sirna. Dia kembali bersemangat dan justru makin giat menularkan semangat kepada rekan-rekan difabelnya.

Catur Bambang (45), pendiri bengkel difabel ‘Modifikasi Motor Roda Tiga”, Setelah enam bulan trauma malu dilihat orang,” kini bisa bangkit kembali cerita Catur saat berbincang pada Kamis (9/8/18) yang dilansir kumparan.com

Dengan membuka bengkel difabel di tahun 2004, semangat itu terus dia tularkan. Bengkel itu dia memang dedikasikan untuk para difabel yang nasibnya serupa dengannya. Dia tak ingin para difabel hanya terkurung di rumah dan bergantung pada orang lain.

Saat ini Catur ke mana-mana bergerak seorang diri tanpa menyusahkan orang lain. Dia bisa mengendarai mobil meski tidak memiliki kedua kaki. Dia memodifikasi sendiri mobilnya sehingga bisa dioperasikan semuanya dengan tangan.

Dari Senin hingga Sabtu Catur mengemudi dari rumahnya di Bogor hingga ke bengkelnya di Ciputat, Tangerang Selatan dan begitu pula sebaliknya.

Terlepas dari semangat kemandirian yang terus dijalankan Catur, dia juga menjalin hubungan baik dengan para pelanggannya. Hubungan baik itu terus dia bangun demi menebar manfaat kepada sesama.

Di sela-sela kesibukannya di bengkel difabel, Catur berkisah tentang seorang pelanggannya yang bernama Bejo. Catur berhasil memotivasi Bejo yang telah terbelenggu di dalam rumah selama 15 tahun.

Bejo mengalami kecelakaan hebat, dia terserat metromini di kawasan Lebak Bulus, 15 tahun lalu. Nyawanya selamat, tetapi kedua kakinya harus diamputasi.

Akhirnya sekarang sudah normal lagi kehidupannya enggak di dalam rumah,” ungkap pria yang hobi memancing itu.

Yanis