Palembang, Beritainspiratif.com- Suksesnya suatu program memang harus lintas kementerian dan lembaga , dengan konsolidasi yang dilakukan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sudah menjadi bagian solusi kedepan.

Melalui Asisten Deputi Sumber Daya Energi, Mineral dan Nonkonvensional Amalyos Chan mengungkapkan kehadiran jaringan gas (Jargas) di Kota Prabumulih sejak beberapa tahun lalu mempermudah pedagang kecil dan masyarakat khususnya ibu rumah tangga menggunakan bahan bakar gas yang murah dan ramah lingkungan.

Dalam rakor tersebut, Asisten Deputi Amalyos chan menjelaskan rapat koordinasi ini dilakukan untuk mendorong percepatan pelaksanaan dan regulasi antara kementerian dan lembaga.

"Ini menjadi landasan kita untuk mendorong percepatan pelaksanaan regulasinya," jelasnya.

Amalyos juga menegaskan untuk kepentingan perbaikan di negara ini kemenko maritim selalu siap menerima masukan yang ingin di sampaikan baik itu dari pemerintah daerah maupun pihak-pihak terkait yang terlibat.

“Kami dari kemenko kemaritiman selalu terbuka, selalu memberikan karpet merah dalam hal perbaikan apapun yang ingin disampaikan demi kepentingan merah putih ini,” tegasnya.

Amalyos menuturkan bahwasannya program Jargas ini merupakan kepedulian pemerintah kepada masyarakat terutama rakyat kecil.

"Program ini merupakan afirmasi keberpihakan pemerintah kita kepada masyarakat," ujarnya saat ditemui wartawan seusai acara rakor yang dihelat di Hotel Aston Palembang.

Alimudin Baso selaku Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM juga menyampaikan Pembangunan jargas merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional/RPJMN tahun 2015–2019 dengan tujuan memenuhi kebutuhan energi yang murah, bersih, ramah lingkungan dan efisien. Bahkan, pemanfaatan jargas mendapat perhatian utama dari Presiden, sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana dimaksud dalam Perpres No. 58 Tahun 2017.

"Melalui regulasi, pada saat tahun 2016 Peraturan Presiden no. 3 tentang Proyek Strategis Nasional. Di tahun 2017 kami mengusulkan jargas masuk menjadi Proyek Strategis Nasional, dan terbit di perpes 58 2017," ungkapnya saat menjadi narasumber pada "Rapat Koordinasi Peran Daerah dalam Pembangunan dan Pengelolaan Jaringan Gas Rumah Tangga Dalam Rangka Percepatan Pencapaian Target RPJMN 2015-2019".

Jaringan gas kota yang telah beroperasi di Prabumulih sejak 2013 sebanyak 4.650 sambungan rumah tangga, yang dibiayai oleh APBN dan konstruksi yang dibangun dari APBD Prabumulih bersama sama dengan BUMD, pada tahun 2014 telah di tambah jaringan sebanyak 2.000 dan 2016 sebanyak 32.000 pelanggan.

Amalyos menghimbau kepada pemerintah daerah untuk turut berperan aktif, berkolaborasi antara pusat dan daerah.

"Pemerintah daerah harus bersinergi dengan program pusat agar konsep pengembangan city gas ini lebih efisien dan efektif maka kita harus berpikir secara terpadu, dan terintegrasi," Imbuhnya.

Ia juga menambahkan untuk memenuhi target sambungan gas rumah tangga di seluruh indonesia tahun 2019 dan untuk pembiayaannya tidak hanya tergantung pada APBN saja tetapi dari pemerintah daerah.

"Targetnya itu 1.150.000 sambungan rumah tangga untuk seluruh Indonesia. Sumber pembiayaan tidak hanya tergantung dengan APBN saja tapi ada peran dorongan dari pemerintah daerah. Kalo kita bersinergi akan lebih cepat mencapai target yang ditetapkan pemerintah," tambahnya.

Yones