Jakarta, Beritainspiratif.com - Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan sesama anak bangsa tak sepantasnya saling mengkafirkan hanya karena berbeda pendapat.

“Jangan saling mengafirkan hanya untuk keperluan 5 tahunan karena orang yang sering mengafirkan itu mungkin diri sendirilah itu yang kafir,” tegas dia di Kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (31/7) dikutip dari Sebarr.com.

Dia menjelaskan, ajang Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan wadah menjaring anak terbaik bangsa untuk menjalankan pemerintahan di periode ke depan. Sehingga nilai-nilai pesta demokrasi yang dianut sebagai upaya mencari pemimpin terbaik, bukan untuk saling menyerang.

“Kita temanya untuk mencari pemimpin yang baik, yang mampu menghadapi tantangan Indonesia ke depan dalam 5 tahun, misal pemberantasan korupsi,” lanjutnya.

Di sisi lain, Mahfud menilai sudah bukan zamannya menggunakan isu SARA dalam pemilu. Setiap kelompok akan lebih bijak jika saling beradu program terbaik.

“Kalau soal ideologi agama, SARA, itu nggak musim. Kalau orang yang bawa simbol agama nggak pernah menang juga, makanya main program saja lah,” tandasnya.

Dalam sepekan terakhir, isu SARA terus mulai bermunculan terutama di media sosial. Terbaru isu itu menimpa Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) dan Kapitra Ampera yang disebut kafir oleh warganet karena berubah haluan politik.

Menanggapi itu, Mahfud MD mengatakan, ungkapan SARA tersebut muncul secara liar dan ebanyakan bersumber dari akun-akun anonim di media sosial.

“Ya mungkin muncul secara liar, tapi kata-kata itu biasanya gelap, muncul di medsos yang tak bertuan,” paparnya.

YoC

Mantan Ketua MK Mahfud MD, sumber : istimewa