Bandung, Beritainspiratif.com - Idul Fitri 1 Syawal 1439 telah berlalu hampir sepekan dan meninggalkan bulan penuh berkah serta berlipatnya amal ibadah yakni Bulan Suci Ramadhan. Bagaimana dengan amalan puasa yang telah kita lalui beberapa waktu lalu?

Adakah tanda-tanda amalan yang kita lakukan selama Bulan Suci Ramadhan diterima Allah SWT?

KH. Arifin Ilham menyampaikan sesuatu yang menarik perhatian di akun Facebook resminya, Sabtu (24/6/2017) seperti ditulis Islampos.com, berlatar belakang di sebuah bandara, da’i kondang yang kerap dipanggil ‘Abang’ ini memberikan tausiyah soal tanda-tanda jika ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT.

Menurut Arifin, tanda yang pertama ibadah shaum diterima adalah, ada perubahan besar dan perbaikan nyata pada diri seseorang yang melakukan ibadah di bulan Ramadhan tersebut. Perubahan itu bahkan bisa dirasakan bukan hanya oleh seseorang tersebut, tapi juga oleh keluarga, tetangga, dan sahabatnya.

“Apa itu? Taubatan nasuha. Yang tadinya maksiat, tidak maksiat lagi. Tadinya narkoba, tidak narkoba lagi. Tadinya merokok, tidak merokok lagi,” paparnya.

Contoh lain soal perubahan itu adalah jika seseorang yang tadinya malas shalat ke masjid, setelah puasa Ramadhan jadi rajin ke mesjid.

Tanda kedua puasa seseorang diterima oleh Allah SWT, orang itu tenggelam dalam cinta kepada Sang Khalik. Kalau dulu seseorang itu tenggelam dalam maksiat, sekarang tenggelam dalam cinta kepada Allah. Yang tadinya hobi ke diskotik, sekarang hobinya menangis saat tahajud, demikian dimisalkan Arifin.

Tanda ketiga, seseorang tersebut sangat benci kepada kemaksiatan. Kalau dulu orang itu senang bermaksiat, pasca puasa Ramadhan jadi benci sama maksiat.

“Dulu demen banget sama rokok tuh, sampai 3-4 bungkus sehari. Sekarang benci banget dia sama rokok. Nah, itu nyata, hijrah,” ujar Arifin lagi. Contohnya lainnya lagi, seseorang yang dulunya tidak peduli halal-haram, lalu berubah menjadi takut kepada hal haram.

Tanda keempat, adalah wara’, yaitu semakin berhati-hati dengan hukum Allah. Arifin menjelaskan wara’ maksudnya, secara mutlak semua perintah Allah dilaksanakan oleh seseorang tersebut. “Dan seluruh larangan Allah dijauhi,” terangnya.

Tanda kelima, yaitu mudah menangis karena Allah dimana saja. Hatinya hancur redam kalau ingat masa lalunya. “Seseorang itu jadi sedih kenapa selama ini selalu bermaksiat. Nyesalnya hebat sekali,” paparnya lagi.

Tanda keenam, terjadinya perubahan lingkungan. Baik pergaulan maupun suasana. Misalnya meninggalkan pergaulan dengan teman-teman yang liberal dan tidak beragama.

Tanda ketujuh atau yang terakhir puasa seseorang diterima oleh Allah adalah keistiqamahan seseorang dalam hijrahnya alias tidak lagi melakukan kemaksiatan. Yang ada adalah pertaubatan, ibadah, amal shaleh, perbaikan akhlak, serta cinta kepada Allah, Rasul, orang-orang beriman, orang-orang shaleh, cinta majelis ilmu, majelis dzikir, cinta syariat Allah, Sunnah Nabi, dan cinta al-Qur’an.

(Kaka)

Foto: Facebook.com