Beritainspiratif.com - Di Indonesia tentunya memiliki berbagai tradisi dalam menjalani dan merayakan hari kemenangan itu, kesemuanya adalah dalam rangka mengisi hari kemenangan dihari nan fitri, Hari Raya Idul Fitri adalah Momentum yang sangat membahagiakan bagi anak-anak minang, Sumatera barat. Betapa tidak dihari fitri ini mereka merayakannya dengan penuh kegembiraan, bersuka ria dan penuh canda tawa.

Mengutip dari laman nasional.kompas.com, setiap kali Lebaran, salah satu hal yang dinantikan anak-anak di Kota Padang, Sumatera Barat, adalah manambang. Tradisi yangdilakukan seusai shalat Idul Fitri, (tradisi ini dialami sendiri oleh penulis yang sempat kecil di kota Padang seputar tahun 1971 dan menjalani beberapa kali lebaran sebelum kembali ke Jawa Barat). Manambang adalah kegiatan anak-anak secara rombongan mengunjungi rumah-rumah warga untuk bersilaturrahim dengan harapan mendapat tunjangan hari raya dari tuan rumah. Rombongan mereka bervariasi, ada lima sampai delapan orang, bahkan ada yang jumlahnya belasan karena anak-anak itu seusai shalat Idul Fitri sudah bersepakat untuk pergi bersama-sama. anak-anak itu berangkat bukan didampingi orangtua mereka, melainkan hanya rombongan yang sebaya.

Sampai depan pintu rumah warga yang menjadi sasarannya, mereka tetap tak luput mengucapkan salam, "Assalamu`alaikum". Pemilik rumah tak luput untuk menyahuti salam yang disampaikan rombongan anak-anak yang berkunjung itu. Ketika sudah disuruh masuk tuan rumah, rombongan anak-anak juga dihidangkan minuman dan kue lebaran. Selain bersilaturahim, anak-anak usia sekolah taman kanak-kanak dan SD itu juga memperkenalkan diri bagi yang belum dikenal tuan rumah. Anak-anak itu terlebih dulu disuguhi hidangan minuman ringan dan kue-kue lebaran, seperti kue bawang, kacang telor, dan tujin, serta jenis lainnya. Namun, ada juga yang mengabaikan hidangan karena menunggu uang dari tuan rumah. Saat rombongan anak-anak itu pamitan kepada pemilik rumah, di sana pula tuan rumah membuka kantongnya dan membagikan uang. Ada yang recehan dan uang kertas pecahan Rp 1.000 dan Rp 2.000 yang masih baru. Bahkan, ada juga dari rombongan anak-anak yang manambang itu tak masuk ke rumah yang dikunjunginya dan cukup salaman mohon maaf lahir dan batin di depan pintu dengan tuan rumah sembari menerima uang manambang.

Hasil dari manambang itu biasanya bervariasi juga, bahkan terkadang sampai ratusan ribu, karena mereka tidak hanya manambang sekitar kompleks saja, namun juga bisa pergi kekompleks yang lain, yang penting mereka tidak bosan mendatangi rumah warga maka akan semakin banyak pula uang yang mereka dapatkan. terkadang ada juga orang tua yang menasehati anak mereka agar menggunakan uang dengan hemat atau untuk menabung agar uang jajan lebarannya bisa berlebih dan bisa digunakan saat musim sekolah tiba. (Yanis)