Majalengka, Beritainspiratif.com - Serangkaian kegiatan calon Bupati Majalengka nomor 1, Maman Imanulhaq, di bulan suci Ramadhan, yang dikemas dalam Program Safari Ramadhan, mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Majalengka.

Safari Ramadhan Maman Imanulhaq terdiri dari sederet acara, dimulai pagi hari menjelang sholat subuh sampai malam hari seusai sholat tarwih.

Yang sudah berlangsung selama ini, Kang Maman, sapaan Maman Imanulhaq, memulai Safari Ramadhan dengan mendatangi salah satu blok atau dusun pada dini hari menjelang jam makan sahur. Ia bahkan sempat beberapa kali nimbrung ke kelompok obrog –obrog, membangunkan warga untuk makan sahur.

Selanjutnya Kang Maman makan sahur bersama penduduk setempat di rumah salah seorang warga. Berikutnya, ia sholat subuh berjamaah serta memberi tausiah di masjid terdekat.

Ketika matahari terbit, Kang Maman melakukan ziarah kubur atau berkunjung ke tokoh setempat, baik tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

Acara berikutnya baru dilaksanakan sore hari menjelang petang. Dimulai dengan sholat asar berjamaah dilanjutkan kunjungan ke tokoh atau ke warga yang perlu mendapat perhatian. Misalnya, mereka yang menderita sakit.

Setelah itu, Kang Maman bergeser ke lokasi lain untuk temu warga sekaligus berbuka puasa bersama. Berikutnya Kang Maman pindah ke dusun lain untuk sholat tarawih berjamaah serta memberi tausiah di masjid dan diakhiri dengan temu warga.

Sejauh ini sambutan masyarakat luar biasa. Mereka rame - rame mengajukan diri menjadi tuan rumah, utamanya untuk acara ‘buka puasa bersama’ atau ‘temu warga’ seusai sholat tarwih.

“Banyak juga warga yang minta Kyai Maman hadir untuk makan sahur bareng di tempat mereka,” ujar salah seorang pelaksana Safari Ramadhan, Muadz Mutakhir.

Selain itu kehadiran Kang Maman selalu ditunggu ratusan orang. Temu warga biasanya dilangsungkan dalam suasana santai. Di beberapa tempat, warga dan Kang Maman duduk ngeriung lesehan di lantai beralaskan karpet atau tikar.

Yang menarik dari seluruh rangkain acara itu antara lain tanya - jawab dalam temu warga ketika buka puasa bersama atau setelah sholat tarawih.

Kang Maman memberi kesempatan pada warga untuk bertanya, usul atau sekadar menyampaikan uneg – unegnya.

Yang selama ini terjadi, tak sedikit warga yang protes, misalnya soal distribusi bantuan buat orang miskin yang tak tepat sasaran, jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki sampai layanan kesehatan yang kurang memadai. (Yoc)