Beritainspiratif.com- Perang ini terjadi pada tanggal 8 Oktober 1784 dan ini merupakan  salah satu pertempuran paling tak masuk akal dalam sejarah peperangan.

 

Kisah yang dilansir dari Liputan6.com yang mengutif situs Listverse.com,menceritakan bahwa pasukan Kekaisaran Romawi Suci (Holy Roman Empire),  kekaisaran yang terdiri atas wilayah-wilayah multi-etnik di Eropa Tengah yang telah berkembang sejak awal Abad Pertengahan hingga pembubarannya pada 1806,  tengah berhadapan dengan serdadu Belanda bagian utara atau Northern Netherlands.

Setelah serangkaian pergolakan politik dan pemberontakan, akhirnya pihak Belanda Utara memisahkan diri dari Kekaisaran dan memblokade sejumlah pelabuhan penting.

 

Kaisar Joseph II yang sama sekali tak senang dengan tindakan itu, mengirimkan tiga kapal perang untuk menghentikan blokade.

Di sisi lain, pihak Belanda hanya mengirimkan satu, namanya Dolfijn.

Setelah saling berhadapan, Dolfijn mengirimkan satu tembakan ke arah lawan. Tak ada satupun manusia kena, luka apalagi tewas.

Namun, tembakan tersebut mengenai ketel sup di dek salah satu kapal lawan, Le Louis, dan menyemprot para penumpang yang ada diatas kapal dengan cairan kental berbumbu.

Entah karena takjub dengan keakuratan tembakan, atau takut dengan kemampuan lawan, akhirnya pasukan Kaisar di Le Louis kemudian menyerah kalah.

Seperti dikutip dari situswarhistoryonline.com, Joseph II kemudian mendeklarasikan perang pada 30 Oktober 1784, namun tak ada hal signifikan yang  terjadi setelahnya. (Yanis)