Adab Berolahraga yang Dicontohkan Rasulullah

Bandung, Beritainspiratif.com – Dalam olah raga pun terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan untuk menunjang kualitas olah raga. Olah raga yang berkualitas harus memenuhi beberapa hal agar tidak hanya sebagai kebutuhan yang datar saja, tetapi kita dapat menuai makna lain yang lebih penting, yaitu tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang bisa membuat kita tidak mendapatkan kesehatan.

Jika kita melakukan olah raga tanpa mengetahui adab dan cara olah raga yang baik, tidak menutup kemungkinan kita tidak akan mendapatkan kualitas olah raga yang baik. Sebaliknya, hanya dengan adab dan cara yang benar, kita bisa mencapai kualitas olah raga yang baik, yang membuat tubuh kita sehat.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kita berolah raga, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw dikutip Telaah Santri:

1. Niat Ibadah dan Taat kepada Allah Swt.

Niat merupakan dasar dari setiap tingkah laku kita. Dengan niat yang baik dan niatibadah kepada Allah dan selalu taat kepada Allah Swt. merupakan niat yang harus menjadi landasan dalam setiap per­buatan kita. Dengan demikian, olah raga yang baik adalah olah raga yang diniatkan untuk menjamin kesehatan kita, sehingga kita bisa meningkatkan ibadah kepada-Nya.

Banyak sekali saat ini kita menemukan sebagian besar orang hanya menjadikan olah raga untuk kesehatan belaka, bahkan hanya hiburan, tanpa adanya niat yang tulus untuk menambah kualitas ibadah serta takut kita kepada Allah Swt. Sejatinya, setiap perbuatan berlabuh pada niat ibadah kepada-Nya, karena tidak artinya perbuatan jika tidak dilandasi dengan niat tersebut.

2. Bersemangat

Olah raga haruslah bersemangat , olah raga yang dilakukan dalam keadaan yang kurang semangat, tidak akan menambah kualitas apa pun, hanya membuang waktu. Kita akan tergolong orang-orang yang sangat rugi jika melakukan sesuatu tanpa makna apa pun yang bisa kita raih. Dengan demikian, salah satu adab yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw. dalam berolah raga harus mempunyai semangat yang baik.

Rasulullah Saw. melakukan olah raga dengan penuh semangat sehingga beliau bisa memetik hasil dari semangat tersebut. Pada saat beliau berjalan kaki atau lari pagi, bahkan naik kendaraan, seperti unta, terlihat begitu besar semangatnya, dan tidak dapat disangsikan lagi, beliau mampu menuai hasil yang baik dalam pekerjaannya.

3. Berpakaian yang Baik

Berpakaianyang baik bukan berarti berpakaian yang mahal, tetapi pakaian yang bisa menjamin pemakainya nyaman, serta tidak melanggar norma-norma, baik norma sosial maupun norma agama. Dalam norma masyarakat, kita mendapatkan standar pakaian yang layak, begitu juga dalam norma agama. Dalam norma agama, pakaian yang baik adalah pakaian yang menutup aurat pemakainya.

Rasulullah Saw. melaku­kan olah raga sangat mem­perhatikan pakaian, dengan prinsip nyaman dan tidak melanggar aturan agama. Kenyataan saat ini, banyak menggunakan olah raga se­bagai sebuah sarana untuk pamer aurat, bahkan tidak jarang olah raga yang dilakukan tidak pernah meng­indahkan norma masyarakat maupun agama, sehingga olah raga yang mestinya menyehatkan, justru semakin membuat kita sakit secara mental. Oleh karena itu, olah raga dari Rasulullah Saw. merupakan anjuran, maka kita juga harus siap melakukannya dengan beberapa adab yang juga dianjurkan agar kita mendapatkan kualitas olah raga tersebut.

4. Tidak Melalaikan Dzikir kepada Allah Swt.

Dalam kondisi apa pun, tidak melalaikan dzikir kepada Allah SWT , dzikir harus menjadi pegangan kita sebagai umat Rasulullah Saw. Sebab, dengan dzikir, menunjukkan bahwa kita melakukan sesuatu masih dalam haluan yang benar. Tidak berarti pada saat olah raga kita sambil membaca bacaan dzikir, tetapi kita mesti berusaha untuk menjadikan dzikir sebagai bagian dari olah raga kita, sehingga nilai olah raga tidak terputus dari rahmat Allah Swt.

5. Tidak Mengganggu Kenyamanan Orang Lain

Coba perhatikan, dari olah raga yang dilakukan oleh Rasulullah Saw., tidak satu pun yang dilakukan mengganggu orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa olah raga merupakan hak setiap orang lain, namun harus dilakukan dengan cara yang tidak mengganggu orang lain. Sebab, olah raga tidak akan bernilai apa-apa, bahkan cenderung menuai masalah baru jika kita melakukannya tanpa memperhatikan ketenangan dan kenyamanan orang lain.

(Kaka)

Bagikan: