Academic Leader Award 2018, Penghargaan Inspiratif Pendidikan Tinggi Nasional

Jakarta, Beritainspiratif.com – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan memberikan penghargaan kepada dosen dan rektor inspiratif melalui Academic Leader Award 2018. Penghargaan tersebut untuk mengapresiasi pemimpin akademik yang berdedikasi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi nasional.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, penghargaan itu tidak hanya mengarah pada pemimpin institusi. Tetapi juga bagi mereka yang memposisikan diri sebagai seorang profesional, inspirator, serta motivator di kelompok atau bidang keahliannya.

“Kami melihat ada gairah dan upaya nyata dari para pemimpin perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia. Namun selama ini kurang terekspos luas ke publik. Ajang Academic Leader Award ini pun menjadi apresiasi dari pemerintah untuk sosok yang sudah menunjukkan semangat meningkatkan mutu pendidikan tinggi,” ujar Ghufron lansir Pikiran Rakyat.
Dia mengungkapkan hal itu di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Senin 9 Juli 2018.

Ia mengatakan, Academic Leader Award bagian dari rangkaian acara penyelenggaraan Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) 2018 yang akan digelar Agustus ini. Menurut dia, penghargaan kepada insan akademik ini juga bersamaan dengan momentum HUT RI ke-73.

Ia berharap, apresiasi tersebut dapat menjadi cikal bakal lahirnya pemimpin akademik baru yang menginspirasi para dosen, rektor dan profesional. Terutama untuk melakukan riset dan inovasinya berkelas dunia. “Peran pemimpin sangat vital bagi sebuah institusi. Terlebih pemimpin perguruan tinggi tanggung jawabnya sangat besar. Sebab mereka dituntut untuk cakap mengelola institusi dan organisasi secara sehat, tetapi tidak boleh melupakan tugas mereka sebagai seorang dosen dan ilmuwan,” ucapnya.

Academic Leader Award 2018 tidak hanya diperuntukkan bagi dosen yang sepanjang kariernya telah menghasilkan penelitian, inovasi, dan publikasi yang bermanfaat bagi pembangunan nasional. Tetapi juga bagi para dosen yang diberi tugas tambahan sebagai rektor atau direktur perguruan tinggi Indonesia. Untuk dosen sebagai Academic Leader, kategori penghargaan terdiri atas tujuh bidang. Meliputi sains, teknologi, sosial humaniora, seni dan budaya, kesehatan, pertanian, dan kemaritiman.

Sementara untuk dosen dengan tugas tambahan sebagai rektor dikualifikasikan berdasarkan rektor di PTN-BH, rektor di PTN BLU, rektor atau direktur PTN satuan kerja,  dan pemimpin PTS. Ghufron menyatakan, maju dan suksesnya pendidikan tinggi suatu negara tidak lepas dari peran para dosen hebat.

“Sayangnya, hasil kerja yang lebih sering dilakukan dalam senyap dan keheningan tersebut membuat prestasi para akademisi tidak terlihat secara kasat mata. Hal ini membuat inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi cenderung minim apresiasi dari masyarakat. Di sisi lain, saat ini Indonesia sedang membutuhkan sosok ilmuwan yang mampu menjadi role model. Juga menginspirasi generasi muda di era persaingan global,” ujarnya.

SKCD

Ghufron menuturkan, penyelenggaraan SCKD 2018 akan menjadi wadah bagi para ilmuwan untuk berkolaborasi, dan bersinergi dengan pemerintah. Pasalnya, tak kurang dari 40 ilmuwan diaspora dari berbagai negara akan datang.

“Ada kerinduan bagi para diaspora, untuk dapat berbagi dan bersumbangsih kepada Indonesia. Dalam hemat saya, selama ini sumbangsih para diaspora belum terwadahi. Oleh sebab itu khusus ilmuwan dan akademisi diaspora mulai kami wadahi sejak tahun 2016. Itu terus berlanjut tiap tahunnya” kata Ghufron.

(Kaka)

Bagikan: