92% Kebun Binatang Hanya Mampu Beri Makan Untuk Sebulan Kedepan

Bandung, Beritainspiratif.com – Dari 60 anggota PKBSI (Perhimpunan Kebun Binatang Se Indonesia) di lingkup Kebun Binatang (KB), kemampuan bertahan untuk pemberian pakan sebagian besar 92,11% kurang dari satu bulan.

Berdasarkan hasil survei internal, 92,11 persen anggota PKBSI kemampuan memberi pakan hewan penghuni kebun binatang hanya satu bulan kedepan.

Sementara Kebun Binatang yang mampu bertahan menyediakan pakan selama jangka waktu 1- 3 bulan, sebanyak 5,26 %.

Sedangkan yang mampu menyediakan pakan lebih dari 3 bulan, hanya berkisar 2,63%.

“Artinya, 90% anggota PKBSI hanya bisa bertahan dalam satu bulan. Padahal, salah satu prioritas mendesak bagi kelangsungan hidup KB, khususnya kesehatan dan kesejahteran satwa koleksinya adalah penguatan ketahanan pakan,” kata  Humas dan promosi PKBSI Sulhan Syafi’i dalam rilisnya, Jum’at (24/4/2020).

Sulhan mengatakan bila mengacu pada situasi krisis akibat pandemi Covid-19 sekarang ini,  hampir seluruh manajemen Kebun Binatang melakukan penyesuaian terhadap manajemen pakan satwa. Mulai dari substitusi, pengurangan porsi hingga pendekatan manajemen pakan lainnya. Tentu dengan tetap bedasarkan pada etika hewan maupun kesehatan dan kesejahteraan satwa.  

Dikatakannya, kemampuan pakan tidak selalu terkait dengan persoalan finansial. Ada jenis-jenis satwa tertentu yang membutuhkan jenis pakan khusus dan hanya bisa diperoleh dari supplier khusus dengan perlakuan tertentu. Artinya walau secara finansial tersedia, namun kalau pasokan pakannya justru tidak tersedia karena dampak kebijakan Covid 19, menjelma menjadi ancaman.

‘Faktor finansial bagaimanapun juga menjadi faktor krusial bagi kelangsungan ketersediaan suplai pakan. Dari komponen biaya operasional sebuah kebun binatang, biaya pakan menduduki peringkat kedua setelah biaya tenaga kerja. Komponen yang juga penting di urutan ketiga besaran biayanya adalah obat-obatan,” tandasnya.  

Selama ini, kegiatan PKBSI beserta ± 60 Kebun binatang anggotanya, memiliki kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 22,000 orang.  

(Ida)

Bagikan: