35 Tahun Sebagai Pedagang Sayur Keliling Akhirnya Ia Naik Haji dan Ingin Umroh Bersama Suami

Jombang, Beritainspiratif.com – Marliah (63), pedagang sayur keliling atau ‘bakul lijo’ asal Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dijadwalkan berangkat haji melalui embarkasi Surabaya.

Cita-cita untuk bisa berangkat ke tanah suci guna menjalankan ibadah haji, akhirnya bisa segera diwujudkan oleh Marliah (63), dia sendiri terdaftar sebagai jamaah haji yang berangkat pada 23 Juli 2019 lalu, dari embarkasi Surabaya.

Marliah, Ibu dua anak ini mengaku jika menjalankan ibadah haji merupakan cita-citanya sejak kecil. “Sejak kecil saya ingin naik haji, sejak kelas 3 MI (Madrasah Ibtidaiyah),” katanya seperti dikutip dari Kompas.com.

Meski punya cita-cita pergi haji sejak kecil, Marliah mengaku sempat tak yakin keinginannya bakal terwujud. Alasannya, kondisi ekonomi keluarganya belum memungkinkan untuk biaya pergi haji. Saat dipastikan namanya masuk dalam daftar calon haji yang akan berangkat tahun 2019, Marliah mengaku tak bisa menahan rasa harunya.

Bahkan, berulangkali melakukan sujud syukur karena cita-citanya bisa segera terwujud. “Alhamdulillah, saya bersyukur (dapat panggilan) dari Allah. Sebelumnya tidak ada dalam pikiran saya, enggak sampai pikiran saya (bisa berangkat haji)”, tutur Marliah.

Terwujudnya harapan Marliah untuk pergi haji, tak lepas dari kegigihannya menyisihkan sebagian penghasilan dari berjualan sayur keliling. Pekerjaan sebagai ‘bakul lijo’ sudah dijalani selama kurang lebih 35 tahun. Marliah mengatakan, dia mendaftar haji pada tahun 2011 diantarkan oleh anak perempuannya. Sejak saat itu dirinya rutin menabung untuk biaya haji.

“Nabung setiap hari Rp 10.000, mulai tahun 2011. Setiap hari (penghasilan) saya sisihkan untuk tabungan (haji) itu,” ungkapnya.

Selain dari kegigihan menyisihkan uang sebesar Rp 10.000 dari penghasilan, Marliah juga mengaku menerima tambahan uang dari anak-anaknya. “Ada tambahan, kalau dikasih anak-anak langsung saya tabungkan,” kata Marliah.

Kurang lebih 35 tahun, Marliah berjualan sayur dengan cara berkeliling dari permukiman ke permukiman penduduk di wilayah perkotaan. Area utamanya, kawasan permukiman di dekat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang. Pekerjaan itu jalani Marliah mulai pagi hingga tengah hari. Setiap hari, dia berangkat belanja ke Pasar Pon Jombang mengendarai sepeda angin yang dilengkapi bok dari bambu atau ‘rengkek’ pada bagian belakang sepeda.

Dari Pasar Pon Jombang, Marliah berkeliling untuk menjual sayur kepada para pelanggannya yang tersebar di beberapa permukiman. “Jualan sayur (keliling) di sebelahnya rumah sakit (RSUD Jombang). Setiap hari jam 7 sampai jam 12 siang,” ungkapnya.

Marliah menambahkan, pada tahun ini, dia akan pergi haji tanpa didampingi suaminya karena beda waktu saat mendaftar. Dia berharap, usai haji, dirinya bisa melaksanakan umrah bersama suaminya. “Harapannya, setelah haji bisa umrah sama bapaknya (Haryono, suami Marliah),” tutur Marliah. (Yanis)

Bagikan: