254 Atlet Mahasiswa Indonesia dan Malaysia, Bertarung Pada Sukmalindo ke 12 di UPI

Bandung,Beritainspiratif.com– Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti Dr Didin Wahidin, membuka acara Sukan Tahunan Malaysia – Indonesia (Sukmalindo) ke 12 di sport hall UPI jalan Setiabudhi kota Bandung, Rabu (2/10/2019).

Sukmalindo akan berlangsung hingga 4 Oktober 2019, melibatkan 254 atlet, pelatih dan official dari Indonesia (142 orang) dan Malaysia (112 orang).

Dari Indonesia diikuti 13 Perguruan Tinggi, yakni Perbanas, STHB, STIE Inaba, STIE Kesatuan Bogor, STKIP Cimahi, Uninus, Unikom, UNJ, UNES, Universitas Nurtanio, Unpad, Trisakti dan tuan rumah UPI.

Dalam sambutannya Didin Wahidin mengatakan, Sukmalindo bukan sekedar ajang unjuk prestasi dibidang olahraga, tetapi titik beratnya adalah meningkatkan persahabatan antar Indonesia dan Malaysia melalui olahraga.

“Sebetulnya yang paling utama adalah persahabatan antar kedua negara,” katanya.

Dihadapan ratusan atlet mahasiswa Indonesia dan Malaysia, ia berharap persahabatan dan kekeluargaan diantara dua anak bangsa serumpun ini semakin erat.

“Ini merupakan kesempatan bertemu dua anak bangsa serumpun, melalui kegiatan olahraga dan gabungan eksibisi kebudayaan,” ujar dia.

Hal senada disampaikan Ketua Kontingen Malaysia, Aldrin Abdullah.
Menurutnya kegiatan Sukmalindo sangat penting, terutama dalam merapatkan dan mengukuhkan silaturahmi diantara kedua negara.

“Jadi kegiatan ini sebagai langkah awal untuk berhubungan baik diantara kedua negara,” ucap Aldrin.

Wakil Rektor I UPI Dr. H.M Solehudin mengatakan enam cabang olahraga dipertandingkan dalam kegiatan tahunan ini, yaitu bola voli, bulutangkis, footsal, hoki indoor, sepaktakraw, tenis meja serta diisi dengan penampilan kebudayaan dari kedua negara.

Selain pertandingan, para atlit juga akan mengikuti wisata city tour ke Dusun Bambu Parongpong Kabupaten Bandung Barat.

Solehudin berharap akan ada efek positif dari kegiatan ini, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa atau pelajar.

“Sukmalindo bukan semata-mata unjuk prestasi, tapi ada efek lain kedepannya yaitu pertukaran mahasiswa atau pelajar,” imbuhnya. (Ida)

Bagikan: