Pendidikan Politik Penting Bagi 40 Juta Pemilih Pemula Pada Pemilu 2019



Malang, Beritainspiratif.com – KPU memberikan wawasan tentang bagaimana cara menggunakan hak pilih. Ini dilakukan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan pendidikan politik.

Seperti yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU) saat menggelar Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (13/10/2018),dilansir kantor berita Antara.

"Kampus dipilih karena kami berharap mahasiswa mampu menjadi agen yang meneruskan informasi sosialisasi tentang Pemilu," kata Ketua KPU RI, Arief Budiman.

"Mudah-mudahan mereka pulang, bincang-bincang dengan temannya, mereka meng-upload aktivitas ini di medsos mereka dan sebagainya," tambah Arief.

Selain itu, pendidikan politik penting bagi para mahasiswa karena merupakan pemilih pemula yang jumlahnya sangat besar sekitar 40 juta pemilih Pemilu mendatang.

"Jumlah mereka di dalam daftar pemilih kita itu cukup signifikan. Kalau semua termasuk pemilih pemula itu sekitar 40 jutaan orang, termasuk orang yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya," katanya.

Untuk itu, KPU menyasar mereka karena pengaruhnya cukup penting untuk jangka panjang. "Kalau kita bisa menginformasikan ini dengan baik dan mereka mau aktif menjadi agen sosialisasi pemilu, lima tahun lagi Pemilu kita agak ringan karena akan diisi orang-orang yang sudah paham," katanya.

Namun jika pemilu kali ini gagal memberikan pendidikan politik bagi generasi tersebut, pemilu berikutnya akan menjadi tugas yang sangat berat bagi KPU selaku penyelenggara pemilu.

"Dampaknya, mereka bukan hanya sekadar tidak mau menggunakan hak pilih, tapi bisa memberi efek, dampak kepada orang-orang di sekitarnya untuk tidak menggunakan hak pilihnya. Itu partisipasi akan sangat drastis menurun," katanya.

Secara keseluruhan, KPU menargetkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 sebanyak 77,5 persen. Melihat antusiasme pemilih yang sangat tinggi, Arief optimistis target itu akan terlampaui.

"Target kita 77,5 persen. Melihat trennya ini naik terus mudah-mudahan 2019 karena Pemilunya baru, semangatnya baru, melibatkan begitu banyak orang, mudah-mudahan akan naiklah partisipasi," ungkapnya.     (Yanis)

Berita Terkait